Hanya Ingin Membahagiakannya…Tidak Menyengsarakannya…

Tuhan mentakdirkan setiap insan untuk saling berpasangan. Tapi kenapa seringkali kehidupan setiap pasangan terlihat tak selalu menggembirakan, bahkan tak sedikit dari mereka yang justru seperti sengsara. Begitukah Tuhan membuatnya dengan indah.
Seandainya boleh memohon, setiap pasangan yang ditakdirkan itu bisa selalu seiring sejalan, saling membahagiakan, saling menentramkan, saling mendukung dan saling menyayangi sehidup semati. Sebagai orang yang mencintai dan dicintai, pasti berharap ingin selalu bisa membahagiakan. Tapi jika tahu justru menyengsarakan pasti sakit rasanya. Hanya ingin menghapus waktu dan merubahnya. Agar orang yang dicintai tak lagi sengsara, sedih dan tak bahagia. Entahlah…semua terasa rumit, tapi hanya satu yang aku tahu…semua adalah kehendak Tuhan yang tak satupun bisa merubahnya kecuali dengan berusaha keras dan doa. Semoga semua doa kebaikan dan demi kebahagiaan dikabulkan…amin.

Leave a Comment

“Merenung”

Pada saat kondisi mental tidak stabil, saya lebih suka berdiam diri dan merenung. Dengan begitu, jiwa yang semula bergejolak dengan semua perasaan yang tak nyaman, seolah teristirahatkan…cooling down.
Merenung bisa membuat kita lebih tenang, berusaha berpikir jernih kembali agar tak larut dalam kesedihan, kekecewaan atau amarah.
Sejenak ambil nafas panjang, tersenyum…kemudian memastikan diri bahwa semua akan terlewati dengan baik.
Maka semua akan lebih indah, apalagi jika diakhiri dengan shalat dan berdoa. Semua yang berat kembali terasa ringan.

Comments (2)

Tetap Tersenyum Diatas Sakit

Setiap hari rasanya ingin selalu bisa berbuat lebih baik dari sebelumnya, tapi itu tidak mudah. Sungguh membutuhkan kesabaran dan keikhlasan yang tinggi.
Apalagi pada saat kita merasa semua sulit, serasa tidak ada jalan terang sedikitpun. Sakit rasanya jika kita tiba disaat yang sulit, apapun terasa berat…bahkan untuk sekedar tersenyum. Padahal dengan tetap tersenyum ada energi positif yang tetap mengalir untuk menetralkan energi negatif dari rasa marah, sedih, gundah dan semua rasa yang tidak mengenakkan.
Tapi kadang berusaha sedikit lebih keras agar tetap bisa tersenyum, akan membuat kita sadar bahwa masih ada jalan terang yang akan Allah berikan. Semua ada ujungnya, sedih tidak selalu menyertai…karena bahagia masih setia menunggu disana…

Comments (6)

Sulit Untuk Dikatakan

Kadang, kita sering merasa bahwa ada sesuatu yang tidak sesuai dengan kata hati. Tapi, ternyata tidak gampang untuk menyatakannya, apalagi untuk orang terdekat…banyak kekhawatiran yang membuat kita mengurungkan niat.
Khawatir akan menyakiti orang lain, membuat orang lain tersinggung, berdampak buruk dll. Lebih susahnya lagi kekhawatiran itu ternyata sebanding dengan ketidak sukaan atau ketidakrelaan terhadap sesuatu.
Pada saat mengalami hal ini, semua terasa sangat berat. Tapi ada satu hal yang bisa kita lakukan…yaitu memberikan contoh, supaya orang yang kita maksud perlahan-lahan bisa berpikir…bahwa apa yang telah dilakukannya adalah sebuah kesalahan.

Comments (4)

Makasih dr.Winahyo Hardjoprakoso, Sp.OG

Hari ini saya ingin berterima kasih kepada dr. Winahyo Hardjoprakoso, Sp.OG yang telah begitu baik merespon sms saya. Salut ada dokter yang sebaik beliau. Pertanyaan saya lewat sms ke handphone nya langsung dijawab dan kemudian menelpon saya langsung memberikan penjelasan serta saran.
Beliau layak menjadi tauladan dokter kebidanan di indonesia. Akankah bahagianya jika semua pasien mendapatkan respon yang baik.
Makasih ya dok…semoga beliau selalu sehat dan dapat terus mendedikasikan keahlian serta ketulusan untuk profesinya.

dokter yang baik

Leave a Comment

Pipis Sambil Berhitung

Ada-ada saja perilaku yang lucu dari anak-anak. Sejak kelahiran adiknya, Kirana…saya mulai menanamkan agar Azmi sang kakak bisa pipis di kamar mandi dengan mandiri. Dulu dia selalu minta bantuan untuk menyiram pipisnya, sekarang alhamdulillah dia sudah bisa sendiri.

Tapi ada yang lucu, setiap saat dia pipis..selalu terdengar suara “satu(setelah dia menyiram satu gayung), dua..sampai sepuluh”. Karena saya awalnya bilang “yang banyak ya nak nyiramnya, biar nggak bau..” nggak taunya dia nyiram sampai sepuluh gayung…hehehe. Akhirnya saya kasih tahu lagi, “jangan banyak-banyak nyiramnya, empat aja…yang penting disiram semua…”. Ternyata kebiasaan menghitung setiap gayung yang dia siram, begitu tertanam dalam pikirannya. Mungkin karena dia takut salah, jadi setiap pipis…hitungan tiap gayung satu sampai empat itupun selalu terdengar. Saya dan papanya tertawa diam-diam setiap kali mendengarnya. Yah…apa boleh buat, kadang menanamkan kebiasaan yang baik dan kedisiplinan harus jelas supaya anak tidak salah memahaminya. Ada baiknya juga dia sambil berhitung, kemampuan numeriknya semakin terlatih. Kak Azmi piter ya sayang…hehehe…mama papa bangga karena sekarang kakak lebih mandiri sejak adik Kirana lahir.

Comments (2)

Garuda Di Dadaku, Inspirasi bagi Anak Bangsa Masa Kini

Beberapa hari ini, film yangmovie-garuda-di-dadaku dilihat azmi hanyalah GDD, Garuda Di Dadaku. Ia begitu senang dan antusias menirukan ekspresi setiap pemainnya, terutama Bayu sang pemain bola berbakat. Film ini begitu baik disajikan lengkap dengan konflik yang sangat realistis dan mudah dipahami oleh anak-anak. Semangat nasionalisme juga sangat kental mewarnai film GDD ini, sehingga bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia untuk mencintai bangsa dan negaranya terutama di tengah derasnya arus globalisasi yang bisa melunturkan rasa nasionalisme anak-anak.

Seringnya menonton film itu, membuat Azmi terobsesi ingin menjadi pemain bola. Wah, saya jadi ingat Eyangnya yang memang dulu seorang pemain sepakbola. Bagi saya dan suami, semangat itu sayang jika dilewatkan begitu saja. Seorang anak yang menyukai olah raga akan terbangun jiwa sportif dan memiliki motivasi berprestasi yang tinggi. Hal ini sangatlah penting untuk perkembangan mentalnya kelak. Dua hal tersebut juga dapat membantunya berhasil di bidang apapun, baik akademik maupun non akademik. Sebagai orang tua kami hanya berusaha memahami keinginannya, memberi dukungan dan membantu mewujudkan impiannya.

Leave a Comment

“Mama Sayang Donny kan..?”

Itulah kata-kata anak lelaki pertamaku yang berumur 5 tahun dan sekarang telah memiliki seorang adik perempuan berumur hampir 2 bulan. Mungkin sekilas pertanyaan itu adalah pertanyaan yang biasa, namun aku sadar bahwa ada yang salah sehingga muncul kalimat itu darinya.

Sebagai Ibu, aku akhirnya berpikir bahwa apakah mungkin sejak kehadiran adiknya ada yang berubah. Iya, perhatianku kepadanya sepertinya berkurang. Biasanya setiap malam, dongengku selalu menemani tidurnya. Tapi sekarang, aku sering lelah dan tidak semangat mendongeng untuknya. Bagi seorang anak, hal yang simpel sungguh bisa menjadi hal sensitif dan dapat mempengaruhi perkembangan psikologisnya. Apalagi anakku adalah anak homeschooling yang sebenarnya sangat membutuhkan perhatian lebih dari orang tuanya, terutama ibunya yang berada di rumah dan sebagai tutor pendidikannya.

Oleh karena itu, sebaiknya bagi kita para orang tua yang sudah memiliki lebih dari satu anak hendaknya mengintrospeksi diri apakah kita sudah bersikap dengan tepat dan adil bagi anak-anak.

Apalagi menurut Hurlock dalam buku Psikologi Perkembangan (1997;116) tentang emosi yang umum pada awal masa kanak-kanak, seorang anak menjadi cemburu bila ia mengira bahwa minat dan perhatian orang tuanya beralih kepada sang adik yang baru lahir. Anak akan mengungkapkan kecemburuannya dengan berperilaku sedikit aneh dari biasanya, seperti pura-pura sakit, nakal dan semuanya itu bertujuan untuk menarik perhatian orang tuanya. Selain itu biasanya anak merasa sedih karena kehilangan kasih sayang orang tuanya dan biasanya diungkapkan dengan menangis serta kehilangan minat terhadap kegiatan normalnya, seperti makan dan belajar. Sedangkan bentuk emosi lain yang muncul pada masa kanak-kanak ini adalah kasih sayang. Anak-anak belajar mencintai orang, binatang atau benda yang menyenangkan baginya. Dalam hal ini kehadiran sang adik juga bisa menjadi salah satu objek, maka tidak heran jika ia sebagai kakak seringkali mencium, memeluk atau berusaha membantu adiknya. Meskipun kadang itu dilakukan secara berlebihan sehingga justru bisa mengganggu kenyamanan sang adik.

Kita sebagai orang tua tentunya ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anak, dengan memahami kondisi mental perkembangannya maka kita akan lebih mudah memperhatikan mereka. Semoga kita semua selalu bisa menjadi orang tua yang terus lebih baik di mata mereka.

Leave a Comment

Kekhawatiran Akan Gempa Yang Berlebihan

Setelah kejadian gempa di Pariaman, Padang masyarakat seolah terus dihantui rasa khawatir bahwa dirinya akan mengalami musibah yang sama. Ditambah lagi adanya tayangan di beberapa stasiun TV nasional yang menyiarkan adanya ramalan bahwa akan terjadi gempa lagi yang sangat dahsyat. Masyarakat rata-rata tidak mengetahui betul bahwa sampai hari ini di dunia belum ada alat yang bisa memprediksi kapan dan dimana akan terjadi gempa. Hanya perkiraan yang dihasilkan dari perhitungan ilmiah berdasarkan pergeseran lempengan di bumi serta wilayah-wilayah yang masuk jalur tersebut.

Jika mengingat hal itu, alangkah baiknya kalau di stasiun TV nasional ada program yang menayangkan tentang pengetahuan gempa, bagaimana gempa itu terjadi kemudian wilayah mana saja yang rentan, bagaimana mengantisipasi jika terjadi gempa dan apa yang bisa dilakukan setelah dampak gempa yang terjadi muncul. Sehingga masyarakat tidak mengalami kekhawatiran yang berlebihan dan menjadi lebih mengerti harus bersikap apa.

Informasi tentang gempa dapat kita peroleh baik dari televisi, internet, sekolah bagi anak-anak kita, perpustakaan, radio, media cetak atau bertanya pada orang yang lebih mengerti di sekeliling kita; misalnya suami, tetangga, teman kerja dsb.

Seharusnya kita lebih mau bertanya dan mencari informasi yang benar, agar tidak mengalami kekhawatiran yang berlebihan. Hal itu hanya akan membuat kita tidak tenang, stress, tegang, tidak berkonsentrasi dengan aktivitas sehari-hari dan cenderung bersikap irrasional.

Beberapa tindakan yang dapat kita lakukan saat gempa, bisa anda lihat pada alamat blog berikut ini:

http://fukha.blogspot.com

Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Allah SWT…amin.

Leave a Comment

Anak Belajar dari Hati Bersama Orang Tua

Sangat menyenangkan ketika melihat Azmi berbinar belajar dengan materi yang kami siapkan. Rasa lelah seolah sirna seketika ketika melihatnya giat belajar. Sudah seharusnya kita tidak berpangku tangan saja membiarkan anak-anak belajar sendiri dari sekolah maupun lingkungannya. Menurut saya, anak lebih bangga belajar bersama orang tuanya di rumah, selain itu dia juga bisa lebih merasa nyaman. Kasih sayang yang tulus dari orang tua mampu meningkatkan semangat anak dalam belajar.

Bagi orang tua yang ingin membantu putra putrinya belajar dirumah, baik sebagai homeschooler maupun tidak kita dapat sharing beberapa link materi yang bisa kita download.

Berikut ini beberapa link diantaranya :
* DLTK’s Train Craft for Kids
* KidZone Preschool
* Free Online Homeschool Resources
* Klub Sains Ilma | Sains Itu Menyenangkan
* Paper Airplanes – Category: Hunters – Origami Free at origami-kids.com
* Free Resource Directory for Fun Learning – Home

Comments (1)

Older Posts »
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.